DPMPPT KAB. SLEMAN

FORUM KOMUNIKASI INVESTASI PERUSAHAAN PMA-PMDN “MENYONGSONG IMPLEMENTASI OSS RBA”

Juni 24, 2021

 

 

Investasi mempunyai peranan sangat strategis bagi upaya peningkatan perekonomian daerah, karena investasi memberikan multiplier effect tumbuhnya kegiatan-kegiatan ekonomi. Melalui kegiatan investasi akan dihasilkan produk barang dan jasa, tersedianya lapangan kerja, alih teknolosi dan ketrampilan manajemen dan nilai tambah ekonomis bagi daerah sekaligus meningkatkan income percapita masyarakat.

Meskipun tidak dipungkiri bahwa dengan adanya pandemi covid-19 mempengaruhi penurunan angka pertumbuhan investasi, namun demikian perlu disyukuri bahwa capaian nilai investasi di Sleman tetap meningkat.  Seiring dengan upaya pemerintah dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi dan perluasan kesempatan kerja serta penyederhanaan perizinan berusaha melalui penerapan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, saat ini Pemerintah telah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko (OSS-RBA).  Dengan adanya ketentuan yang baru tersebut, diharapkan akan memberikan kemudahan bagi pelaku usaha dalam memenuhi aspek perizinan usaha, dengan tetap memenuhi beberapa persyaratan dasar berupa Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang, Persetujuan Bangunan Gedung dan Sertifikat Laik Fungsi dan Persetujuan Lingkungan.

Untuk itu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Sleman pada tanggal 22 Juni 2021 di Grand Keisha Hotel, menyelenggarakan  Forum Komunikasi Investasi Perusahaan PMA-PMDN Kabupaten Sleman Tahun 2021 dalam rangka menyongsong implementasi OSS berbasis resiko (OSS RBA). Pada kesempatan tersebut, sebagai nara sumber selain dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten, menghadirkan pula narasumber dari Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Kundha Niti Mandala Sarta Tata Sasana), Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Dinas Lingkungan Hudup yang diharapkan pelaku usaha menjadi lebih faham bagaimana mendapatkan persyaratan dasar perizinan berusaha.

Sementara itu, untuk meningkatkan investasi dalam rangka mewujudkan visi pemerintah daerah yaitu “terwujudnya masyarakat Sleman yang lebih sejahtera, mandiri, berbudaya dan terintegrasikannya sistem e-government menuju smart regency”, Pemerintah Kabupaten Sleman mengeluarkan kebijakan pemberian insentif dan kemudahan investasi kepada masyarakat dan/atau investor sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi.  Melalui Perda 15 Tahun 2020 ini, diharapkan pula pemberian insentif dan kemudahan investasi bagi masyarakat dan/atau investor dapat mewujudkan pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih pesat dan merata.

Insentif adalah dukungan kebijakan fiskal dari pemerintah daerah kepada masyarakat dan/atau investor untuk meningkatkan investasi di daerah, berupa pengurangan, keringanan atau pembebasan pajak daerah, pengurangan pajak daerah terutang, pengurangan, keringanan atau pembebasan retribusi daerah dan pengurangan retribusi daerah terutang.

Kemudahan investasi adalah penyedian fasilitas non fiskal dari pemerintah  daerah kepada masyarakat dan/atau investor untuk mempermudah setiap kegiatan investasi dan untuk meningkatkan investasi di daerah, berupa penyedian data dan informasi peluang investasi, penyediaan sarana dan prasarana, fasilitasi penyediaan lahan atau lokasi, pemberian bantuan teknis, penyederhaan dan percepatan pemberian perizinan, kemudahan akses pemasaran hasil produksi, fasilitasi promosi daerah, dan kemudahan proses sertifikasi dan standarisasi.

Insentif dan kemudahan investasi diberikan dengan mendasarkan pada kriteria berupa memberikan dukungan dalam meningkatakan perekonomian daerah dan pendapatan masyarakat, menyerap tenaga kerja lokal, menggunakan lebih banyak bahan baku lokal daerah, berwawasan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, termasuk skala dalam prioritas pembangunan daerah, bermitra dengan usaha mikro, kecil, usaha menengah dan/atau koperasi, menggunakan barang modal, mesin, atau peralatan yang diproduksi di dalam negeri dan berorientasi pada ekspor.

Last modified: Juni 24, 2021

Comments are closed.