DPMPPT KAB. SLEMAN

Hari Kebangkitan Nasional diperingati Setiap Tanggal 20 Mei

Mei 20, 2021

Setiap tanggal 20 Mei diperingati Hari Kebangkitan Nasional. Tanggal ini ditetapkan sesuai dengan waktu berdirinya organisasi Budi Utomo. Penetapan Harkitnas diinisiasi oleh Presiden Soekarno saat awal kemerdekaan. Saat itu, dirinya menilai perlu ada simbol pemersatu bangsa untuk melawan segala bentuk penjajahan.

Sejarah Hari Kebangkitan Nasional. Melansir dari situs Kemdikbud, ide penetapan Hari Kebangkitan Nasional bermula setelah dua tahun Indonesia merayakan kemerdekaan. Pada 1947, Belanda melakukan agresi militer sehingga membuat gejolak sosial dan politik sehingga Ibukota sempat dipindah ke Yogyakarta.  Harkitnas dibentuk dari kelahiran organisasi Budi Utomo. Budi Utomo merupakan organisasi bentukan sejumlah mahasiswa STOVIA (School tot Opleiding van Indische Arsten) pada 1908.

Sejumlah tokoh yang turut mendirikan organisasi ini antara lain, Dr Soetomo, Soeraji Tirtonegoro, Goenawan Mangoenkoesoemo, Gondo Soewarno, Soelaiman, Angka Prodjosudirdjo, M. Soewarno, Moehammad Saleh, dan RM. Goembrek. Namun ada satu sosok yang berperan penting dan menginspirasi, dr. Wahidin Soedirohusodo, yang juga alumni STOVIA. dr. Wahidin sering pergi ke kota-kota besar di Jawa untuk mengkampanyekan gagasan mengenai bantuan dana bagi pelajar pribumi berprestasi yang tidak mampu sekolah. Saat itulah, ia bertemu dengan pendiri Budi Utomo.

dr. Wahidin mencetuskan ide untuk mencerdaskan bangsa melalui ‘studiefonds’ atau dana pendidikan agar tidak mudah diadu oleh penjajah, sementara Soetomo dan kawannya yang memiliki rasa nasionalisme perjuangan yang tinggi menyepakati pembentukan Budi Utomo, yang menjadi cikal bakal dibentuknya Hari Kebangkitan Nasional

Last modified: Mei 21, 2021

Comments are closed.